Prof. Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa pada umumnya manusia memiliki sifat untuk mencari kebenaran, dimana dalam usahanya untuk mencari kebenaran tersebut, manusia dapat menempuh berbagai macam cara, baik yang dianggap sebagai usaha yang tidak ilmiah, maupun yang dapat dikualifikasikan sebagai kegiatan ilmiah. Di kalangan masyarakat ilmiah dalam hal ini dunia pendidikan tinggi, hampir dapat dipastikan akan bersinggungan dengan kegiatan penulisan karya tulis ilmiah. Namun seringkali sebagian orang membayangkan akan adanya hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam mengawali serta membuat suatu karya tulis ilmiah. Perasaan sulit untuk mengawali dan menentukan suatu karya tulis ilmiah tersebut, sering kali dialami oleh banyak mahasiswa. Meskipun tidak menutup kemungkinan banyak pihak lain yang mengalami hal yang sama. Sangat disayangkan apabila asumsi bahwa membuat karya tulis ilmiah adalah sulit, dijadikan alasan bagi mahasiswa maupun banyak pihak untuk menghindari membuat suatu karya tulis ilmiah.
- Penulis harus melakukan beberapa kegiatan sebelum membuat suatu tulisan ilmiah, diantaranya menentukan tema yang akan dijadikan patokan dalam menulis sekaligus melakukan penggalian data awal.
- Mencoba menganalisis data awal yang diperoleh pada kegiatan sebelum menulis sehingga dapat dijadikan suatu latar belakang yang baik bagi pembuatan karya tulis ilmiah tersebut.
- Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang tersebut.
- Menentukan tujuan, manfaat maupun ruang lingkup tulisan, dan pada akhirnya merumuskan atau menentukan judul tulisan yang mewakili permasalahan yang akan dibahas.
- Paper : membaca dokumen, buku-buku, majalah,surat kabar atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya.
- Person : bertemu, bertanya dan berkonsultasi dengan para ahli atau manusia sumber.
- Place : Tempat, lokasi atau benda-benda disekitar yang terdapat di tempat penelitian. Artinya melihat dan mengamati fakta yang ada disuatu tempat atau lingkungan sekitar.
- Latar belakang merupakan suatu gambaran ringkas tema dari penelitian atau tema tulisan.
- Latar belakang dapat dibuat dengan mendasarkan pada kenyataan yang terjadi dilapangan, berupa fenomena, kasus, data dan fakta (Das sein) serta berdasarkan keadaan yang sebaiknya atau seharusnya terjadi menurut teori atau peraturan (Undang-Undang) yang berlaku.
- Latar belakang harus memuat motivasi penulis yang dibuat setelah membandingkan dan menganalisis ke dua hal tersebut pada point 2.
- Latar belakang juga harus menjelaskan alasan memilih tema dan judul tulisan, baik alasan sesuai bidang ilmi maupun berdasarkan faktor yang menarik dari permasalahan tersebut.
- Latar belakang juga harus memaparkan hal yang diharapkan untuk didapat dari hasil tulisan atau penelitian tersebut.
Ad.3. Merumuskan masalah berdasarkan latar belakang.
- Kemampuan penulis, dalam hubungannya dengan penguasaan teoritis dan metodologis.
- Fasilitas yang tersedia, terutama dana dan waktu
- Kemungkinan memperoleh data yang ada harus kuat.
- apakah masalah yang hendak diteliti itu penting dan berfaedah bagi negara, masyarakat dan ilmu pengetahuan.
Secara garis besar, merumuskan permasalahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain :
- Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
- Permasalahan dibuat untuk mengetahui atau mendeskripsikan suatu fakta, fenomena atau peristiwa hukum.
- Permasalahan dibuat untuk mencari hubungan antara dua hal atau dua fenomena maupun data.
- Permasalahan dibuat dengan cara membandingkan kedua hal atau fenomena maupun data yang ada.
- Berdasarkan teori dasar hukum.
- Cara lain yang lebih sederhana, yaitu dengan cara mempertemukan antaran :
- Das sollen dengan das sollen (teori dengan teori)
- Das Sein dengan das sollen (fakta dengan teori)
- Das Sein dengan das sein (fakta dengan fakta).
Berikut ini contoh menggunakan cara yang sederhana dalam mengidentifikasikan suatu permasalahan sekaligus merumuskan suatu masalah dengan berdasarkan data awal yang telah dikumpulkan sebelumnya.
|
![]() |
- Perumusan masalah merupakan rangkaian kata yang membentuk kalimat yang mengungkapkan pilihan masalah (kesenjanagan antara data yang dimiliki) yang diambil oleh penulis untuk diteliti.
- Gunakan kata-kata yang sederhana dengan konsep yang jelas, tidak mengandung makna ganda dan tidak bombastis
- Gunakan kata tanya yang efektif, tidak wajib menggunakan tanda tanya dibelakang kalimat.
- Perumusan masalah harus sesuai dengan tema, fokus dan variabel tulisan, jangan melebar.
- Sudut pandang ilmu yang dikaji jelas terlihat pada rumusan masalah tersebut.
- Mengumpulkan data tanpa perencanaan yang terinci
- Mengambil data yang sudah tersedia dan berusaha untuk memaksakan perumusan masalahnya.
- Merumuskan tujuan secara umum dan meragukan sehngga interprestasi hasil dan kesimpualn tidak sahih (valid).
- Tidak menyebutkan batasan (limitation) dalam pendekatannya, baik diungkapkan secara eksplisit maupun implisit, yang berguna untuk membatasi kesimpulan dan penerapannya pada situasi lain.
- Judul penelitian dibuat harus menggambarkan atau mewakili permasalahan, dapat dirumuskan secara ringkas singkat dan jelas atau dapat pula selengkap mungkin. Judul yang ditulis lengkap dimungkinkah apabila benar-benar ingin mewakili permasalahan. Secara garis besar, judul penelitian yang lengkap adalam mencakup :
- Sifat dan jenis penelitian
- Obyek yang diteliti
- Subyek penelitian
- Lokasi atau daerah penelitian.
- Judul harus menggambarkan pentingnya masalah yang akan diangkat..
- Judul harus menarik minat pembaca
- Judul harus memuat variabel-variabel yang mendukung, melengkapi atau dapat pula mandiri.





